ILMU
BUDAYA DASAR
MANUSIA
DAN KEINDAHAN
Kelompok 3:
-
Annisa Herawati (10219911)
-
Fadylan Amierzah (12219154)
-
Nisa Nur’aini Nugraha (14219802)
-
Vira Sulistiami (16219521)
-
Yolanda Anggar Kusuma D (16219710)
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.
Latar
Belakang
Secara
umum semua orang ingin merasakan keindahan dalam hidupnya. Namun, banyak orang
yang tidak tahu pengertian dan cara mendapatkan keindahan itu
sendiri. Kebanyakan orang hanya ingin menikmati indah saja. Oleh
sebab itu, dalam makalah ini akan dibahas perihal manusia erat kaitannya dengan
keindahan, teori-teori keindahan, pengelompokan keindahan, serta hal-hal lain
yang berhubungan dengan keindahan. Melalui makalah ini diharapkan mahasiswa
dapat memahami tentang keindahan tersebut dan dapat memperoleh keindahan, serta
mampu menjalani hidup yang lebih baik.
B.
Pengertian Manusia
Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka
bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani.
Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan
secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang
dianutnya.
Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan
yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi
antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk
hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta.
C.
Pengertian Keindahan
Keindahan merupakan sifat dan ciri dari
orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi,
psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang
ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang
dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering
melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam,
yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena
ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in
the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang
melihatnya.
Keindahan,
sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal
dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek
dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik
dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun
kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya
tidak indah.
Keindahan bersifat universal,
artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau
daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah
antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota
tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari
kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang
berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan
hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik keindahan
mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan
segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat
berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang
merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu
jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah
dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian
keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu
yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah
kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan
(balance) dan perlawanan (contrast).
D.
Hakekat
dari Keindahan
Keindahan
adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal
kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony)
kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet
Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk
yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad
pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang
menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut
luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1.
Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang
baik dan juga menyenangkan
2.
Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam
hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3.
Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat
diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
Keindahan
identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
Ada 2
nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai
ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu
hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai
intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan
tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam
suatu tarian.
Teori
estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art”
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni
karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya
sendiri.
2.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni
karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang
subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila
terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Ada
tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah,
apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan
(Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan.
E.
Makna
Keindahan
Mejawab
pertanyaan sekitar apa itu keindahan, boleh jadi merupakan pekerjaan yang
sulit. Ini kalau yang di tuntut jawaban yang bisa memuaskan semua pihak.
Kesulitan semacam itu memang bisa di mengerti oleh karena sampai sekarang ini
kita bisa temukan berbagai batasan atau pengertian tentang keindahan yang celakanya,
berada satu sama lain. Sekedar penguat konstatasi di atas, baik juga
di lihat beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini:
1. Keindahan
adalah sesuatu yang mendatangkan rasamenyenangkan bagi yang melihat
2. Keindahan
adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama
lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika
belum baik ciptaanya itubelum indah. Keindahan harus bisa memupuk perasaan
moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena
tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.
4. Keindahan dapat terlepas sama sekali
dari kebaikan.
5. Yang indah memiliki proporsi yang
harmonis. Karena proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat di
samakan dengan kebaikan. Jadi yang indah
adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik.
6. Keindahan
adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.
7. Yang indah
adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya
paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Dengan
melihat demikian beragamnya pengertian keindahan, dan kitaharus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah
sebagian kecil, boleh jadi akan mengecewakan kita yang menuntut adanya suatu
pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari
pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam
kelompok-kelompok pengertian sendiri, paling tidak kita bisa menangkap arah
atau kecenderungan dari suatu pengertian yang
di kemukakan seseorang sesuai dengan pengelompokan-pengelompokan yang
ada. Pengelompokan-pengelompokan yang dapat kita sebut adalah sebagai berikut:
1. Pengelompokan pengertian keindahan
berdasar pada titik pijak atau landasannya. Dalam hal ini ada dua pengertian
keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek. Yang pertama, yaitu
keindahan yang obyektif, adalah keindahan
yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagai pengamat harus menerima
sebagai semestinya. Sedang yang kedua, yang disebut keindahan subyektif
adalah keindahan yang biasanya di tinjau darisegi subyek yang melihat dan
menghayatinya.
2. Pengelompokan pengertian keindahan
dengan berdasarkan pada cakupanya. Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa
membedakan antara keindahansebagai kualitas abstrak dan keindahan sebagai
sebuah benda tertentu yang indah.
3. Pengelompokan
pengertian keindahan berdasar luas sempitnya. Dalam pengelompokan ini kita
bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik
murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The
Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan.
Dari apa yang di kemukakan di atas, dua hal bisa kita
petik, yaitu : pertama, keindahan
menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan
sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian
mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung pada subyeknya.
F.
Hubungan
Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak
bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang
telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun
seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang
dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan
keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai
pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu
keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan
tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja
dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran.
Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena
itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak
benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran
menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna
sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan
berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan
biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak
terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya
adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak
berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah
abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada
sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai
daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur
keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan
adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan
benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses
menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian
pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi,
orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang
–orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi
interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan
manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan
interaksi.
Pengungkapan keindahan dalam karya
seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi
itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia,
mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat,
mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat
dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia
secara kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan,
yaitu sebagai berikut:
1) Tata nilai yang telah usang
2) Kemerosotan Zaman
3) Penderitaan Manusia
4) Keagungan Tuhan
G. CONTOH KASUS MANUSIA DAN KEINDAHAN
Kasus 1
Bali
Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan Mancanegara
Pulau Bali masih menjadi tujuan wisata utama bagi wisatawan mancanegara
yang berkunjung ke Indonesia. Seperti diketahui jika Pulau Bali menjadi salah
satu Pulau dengan pantai terindah di dunia sehingga menarik minat wisatawan
mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan yang dimiliki Pulau Bali.
Selain memiliki pantai yang indah, Pulau Bali juga memiliki suasana
pedesaan dengan areal persawahan yang masih terbentang luas dengan latar
belakang gunung yang dinilai memiliki kekuatan magis. Suasana itu menjadi nilai
tambah bagi Pulau Bali dalam memajukan sektor pariwisatanya.
Kekuatan magis yang terdapat di daerah pedesaan tersebut harus bisa
dimanfaatkan oleh para pelaku pariwisata untuk membuka jalur perjalanan turis
yang lebih menarik sehingga dapat memberikan sesuatu yang unik bagi masyarakat
dalam dan luar negeri.
Sementara itu wisatawan yang berasal dari luar negeri yang berlibur
secara perorangan ke Bali tentu menginginkan untuk bermalam sambil menikmati
suasana hotel berbintang. Setelah itu akan berpindah ke pondok wisata yang
termasuk di dalamnya menginap di daerah perkampungan seperti yang berada di
Payangan kawasan wisata yang baru berkembang di Bali. Melihat potensi yang
besar dari kekayaan alam dan budaya tersebut, diharapkan semua komponen yang
bergerak dalam sektor pariwisata bisa menjadi lebih kreatif utnuk menciptakan
jalur pariwisata yang lebih menarik agar lebih banyak turis asing yang datang
dan akan tinggal lebih lama untuk menikmati keindahan panorama alam di Pulau
Bali.
Selain itu aktivitas sehari-hari yang dijalankan oleh masyarakat Bali
seperti ritual odalan di Pura yang berskala besar dan hampir setiap saat ada di
masyarakat umat Hindu di Bali, harus bisa diinformasikan kepada turis yang ada
di Bali dan diyakini para turis akan tertarik terhadap suasana tersebut karena
merupakan sebuah budaya yang unik dan hanya berada di Pulau Bali.
Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat dan banyaknya
potensi pariwisata yang dapat dieksplor di Bali akan berdampak positif bagi
perekonomian Bali karena dapat meningkatkan jumlah pemasukan daerah dan juga
akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Untuk itu sektor pariwisata
di Bali harus dapat dikembangkan agar dapat memberikan sesuatu yang baru dan
menarik bagi para wisatawan.
Opini
Kasus diatas menunjukan keterkaitan antara manusia dan keindahan
contohnya Pulau Bali yang berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai
belahan dunia karena keindahannya. Sebagai manusia, dan bagian dari bangsa
Indonesia, kita sudah sepatutnya untuk selalu menjaga alam, terlebih lagi
karena Indonesia adalah negara yg agraris. Banyak sekali tempat-tempat wisata
yang indah, contohnya seperti pulau Bali yang terus menerus selalu menjadi
tempat favorit untuk turis mancanegara singgah berlibur. Oleh sebab itu, tetap
jaga keindahannya yang dimiliki oleh bangsa ini. Dan jangan membiarkannya
begitu saja. Keelokan akan tetap terjaga apabila tanah wilayah selalu tetap
dijaga dan dilestarikan, dimanapun itu.
Kasus 2
Aliran sungai pada Sungai Gangga pada gambar
diatas, bila dilihat oleh mata akan terasa beberapa warna yang dapat memajakan
mata, bila didengar akan terdengan gemericik air yang mengalir lembut, sinar
matahari yang menembus kedalam air menciptakan warna baru seperti warna emas
yang memantulkan secercah warna khusus diatas air. Itulah contoh keindahan
menurut saya.
Opini
Menurut saya, bumi dan segala isinya adalah bentuk dari keindahan. Semua
tergantung apakah kita bisa melihat segala sesuatu hal dari sisi indahnya atau
dari sisi buruknya. Karna Tuhan sudah menciptakan segala sesuatu dengan Rahmat
nya sehingga terciptalah yang namanya keindahan. Bahkan menurut saya, bukan
hanya alam nya yang bisa kita lihat sisi indahnya, tapi dari senyuman sang
kekasih pun itu adalah bentuk dari yang namanya keindahan. Yang namanya indah
itu harus di jaga, karna terkadang kita bisa saja merusak keindahan itu dengan
ulah kita sendiri. Inti dari pemikiran saya tentang keindahan adalah sudut
pandang kita dalam melihat suatu hal, karna indah itu kita yang ciptakan dan
bukan untuk di sia siakan.
Kasus 3
Keindahan
Alami
Manusia sangat memiliki keinginan akan hal yang indah, kaindahan dapat
berupa suatu bentuk objek yang cantik, tampan, bersih, baru, dan lain lain.
untuk memenuhi hal tersebut manusia akan mencarinya dengan naluri masing-masing
apa yang mereka butuhkan dari keindahan tersebut. Banyak sekali manusia yang
jarang mendapatkan hal yang indah di dunia karena kesombongannya dalam
menjalani kehidupan. Tetapi ada juga dari mereka yang tak mengharapkan
keindahan menghampiri mereka karena mereka tidak membutuhkanya. Keindahan ini
merupakan keindahan alami yang diciptakan oleh Tuhan Maha Besar yang selamanya
akan tetap seperti itu dan manusia hanya dapat merasakan keindahannya.
Opini
Menurut saya dari pernyataan diatas bahwa manusia dan keindahan memiliki
hubungan yang sangat erat dan tak dapat dipisahkan sampai akhir zaman. Karena dengan melihat
keindahan yang ada di depan mata membuat manusia mempunyai rasa kepuasan
tersendiri. Itu sebagai salah satu bukti betapa Maha Besar Sang Pencipta dan
manusia senantiasa senang bahkan dapat memperbaiki suasana hati dalam setiap
melihat keindahan, tergantung dari individu manusia melihat dan menilai
keindahan tersebut.
Daftar Pustaka