Rabu, 20 November 2019

Manusia dan Kebudayaan: Resensi Film Sang Penari


Resensi Film Dokumenter



Mata Kuliah: Ilmu Budaya Dasar
Kelas: 1EA05
Oleh:
Annisa Herawati  (10219911)



A.   Tema Film
Kebudayaan dan pendidikan
B.   Tentang Film


Judul: Sang Penari
Sutradara: Ifa Isfansyah
Produser: Shanti Harmayn
Pemeran:
-          Prisia Nasution
-          Dewi Irawan
-          Oka Antara
-          Slamet Rahardjo
-          Landung Simatupang
-          Hendro Djarot
-          Happy Salma
-          Teuku Rifnu Wikana
-          Tio Pakusadewo
-          Lukman Sardi
Sinematografi: Yadi Sugandi
Distributor: Salto Films
Tanggal rilis: 10 November 2011
Durasi: 111 menit
Negara: Indonesia
Sang Penari (Internasional:The Dancer) merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 10 November 2011 yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah serta dibintangi oleh Prisia Nasution dan Oka Antara sebagai pemeran utama, serta Slamet Rahardjo, Dewi Irawan dan Hendro Djarot sebagai pemeran pendukung. Film ini diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk tahun 1982 karya Ahmad Tohari, penulis asal Banyumas, Jawa Tengah. Film ini menceritakan kisah cinta tragis seorang pemuda desa dengan seorang penari ronggeng baru di desa kecilnya yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan di Indonesia tahun 1960-an yang penuh gejolak politik.
C.   Isi Film
Film ini menceritakan cinta yang terjadi di sebuah desa miskin Indonesia pada pertengahan 1960-an. Seorang tentara muda bernama Rasus (Nyoman Oka Antara) yang kembali setelah sekian lama ke kampung halamannya untuk mencari cintanya yang hilang, Srintil (Prisia Nasution).
Cerita film ini berawal ketika keduanya masih sangat kecil dan saling jatuh cinta di kampung mereka yang kecil dan miskin bernama Dukuh Paruk. Srintil seorang gadis kecil yang sangat terpesona dengan penari ronggeng di kampungnya memang bercita-cita untuk menjadi penari ronggeng. Malangnya, insiden tempe bongkrek seakan menjadi pintu buntu bagi Srintil dalam mewujudkan cita-citanya. Tempe bongkrek yang dibuat ayahnya membunuh hamper seisi kampung, termasuk sang penari ronggeng yang menjadi alasan Srintil dalam bercita-cita. Dan dikarenakan merasa bersalah atas kejadian ini sang ayah dan ibu Srintil pun mati bunuh diri.
Hanya Rasus teman kecilnya yang kini menemani Srintil. Mereka menjadi sepasang kekasih hingga dewasa. Menjelang dewasa, Srintil semakin mahir menari. Pesona Srintil yang magis membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng. Pada saat Srintil menyiapkan diri untuk tugasnya, Rasus menyadari bahwa menjadi seorang ronggeng tidak hanya berarti menjadi pilihan dukuhnya di pentas-pentas tari. Srintil akan menjadi milik semua warga Dukuh Paruk dan kemampuan menari Srintil akan menghalangi cinta mereka. Hal ini menempatkan Rasus pada sebuah dilema. Ia merasa cintanya telah dirampas. Dalam keputusasaan, Rasus meninggalkan dukuhnya untuk menjadi anggota militer.
Seiring dengan berjalannya waktu, Dukuh Paruk telah menjadi sasaran para penganut komunisme. Ronggeng yang merupakan sarana hiburan dan budaya kini diboncengi kepentingan komunis. Dusun Paruk menjadi merah dan menjadi salah satu desa yang diawasi oleh tentara. Ketika operasi penumpasan komunis dilakukan untuk menumpas orang-orang dusun Paruk yang telah merah terjadilah kembali dilema yang dialami oleh Rasus dimana ia harus memilih antara loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil.
Akhirnya ketika Rasus berada dalam dilema, ia sudah kehilangan jejak kekasihnya. Srintil telah ditahan tentara entah dimana. Pencariannya dalam menemukan belahan jiwanya yang tidak mudah, baru membuahkan hasil setelah 10 tahun. Dimana nasib mempertemukan Rasus dengan Srintil dalam keadaan yang semuanya sudah berubah. Rasus menemukan Srintil hanya bukanlah menjadi penari Ronggeng yang menarik magis para penontonnya, namun hanyalah sebagai seorang penari keliling di jalanan.
D.   Komentar
Kisah film Sang Penari terinspirasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Ceritanya memang unik jika dibandingkan dengan film-film kita kebanyakan. Sejak awal hingga pertengahan film, teknik flashback digunakan dengan baik dan menarik, seperti ketika Rasus kembali ke kampung dan mengingat kejadian-kejadian yang telah ia lalui bersama warga kampung sebelum warga kampung dievakuasi. Dari sisi cerita ada beberapa informasi cerita yang kurang disajikan dengan baik yang membuat penonton bertanya-tanya. Seperti misalnya, apa yang membuat masyarakat Dukuh Paruk begitu memuja ki Secamenggala, dalam filmnya tidak begitu jelas latar belakangnya. Dalam film juga kurang begitu diterangkan mengapa Srintil yang tadinya tidak dianggap sebagai Ronggeng oleh sang dukun tiba-tiba bisa menjadi Ronggeng setelah menemukan keris milik Ronggeng yang terdahulu?
Secara teknis film ini terlihat matang, seperti film-film sang sineas sebelumnya. Penggunaan setting cukup baik menggambarkan suasana tahun 1950-1960-an, hanya nuansa mistis ketika ronggeng menari kurang begitu kentara. Akting pemain pun cukup lumayan. Penampilan akting Prisia dan Oka cukup pas bermain sebagai Srintil dan Rasus. Ilustrasi musiknya pun juga menyatu dengan adegan-adegannya. Shot akhir filmnya yang cukup istimewa, menegaskan bahwa Srintil telah memilih jalan hidupnya sebagai ronggeng, dan jalan panjang telah menantinya. Secara umum film cukup baik serta membawa warna sendiri bagi perfilman kita. Film ini mampu menggambarkan kisah romantika di sebuah desa terpencil pada masa 60-an yang kental dengan nuansa politik yang tengah panas-panasnya kala itu. Film ini dengan berani menggambarkan latar belakang sebagian masyarakat kita yang pada masa itu relatif masih terbelakang serta jauh dari beradab. Mungkin ini pesan moral yang ingin disampaikan sang pembuat film pada generasi muda kita sekarang untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
E.   Kesimpulan
Film adaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang disutradarai oleh Ifa Ifansyah bercerita tentang sebuah desa yang berada di daerah terpencil bernama Dukuh Paruk pada masa 1950-1960an. Dukuh Paruk terkenal dengan ronggeng-nya, yakni sebuah kesenian berupa tarian yang muncul untuk menghormati almarhum sesepuh dukuh, Ki Secamenggala. Seorang ronggeng adalah seorang gadis terpilih tidak hanya bisa menari namun juga menarik secara fisik. Selain menari, seorang ronggeng harus mau “membuka kelambu” artinya berhubungan intim dengan laki-laki di dukuh tersebut apabila ada yang sanggup membayar. Kebanggaan bagi pria di dukuh tersebut bagi yang mampu meniduri sang ronggeng. Srintil (Prisia Nasution), sangat terobsesi menjadi ronggeng (Penari) utamanya karena alasan masa lalunya yang pahit sekaligus membayar kesalahan orang tuanya. Srintil mengalami dilema yang sulit karena mencintai Rasus (Oka Antara) namun ia harus menyerahkan kehormatannya jika ia menjadi ronggeng.
F.    Sumber


Jumat, 15 November 2019

Manusia dan Pandangan Hidup: Puisi Tentang Hidup

Jalani Hidupmu

Baik-baik saja hidupmu
Ketakutan akan kematian
Tak akan memasuki hatimu
Tak masalah akan agama
Menghormati pandangan orang lain
Menuntut orang lain, menghormatimu

Cintai hidupmu
Manjakan hidupmu
Indahkan semua dalam hidupmu

Buatlah hidupmu panjang
Persiapkan lagu kematian yang mulia
Berikan yang terbaik untuk orang disekitarmu
Bersuka ria kepada siapapun
Beryukurlah atas hidupmu

Janganlah menyalahgunakan apapun
Pelecehan mengubah orang bijak menjadi bodoh

Ketika dirimu mati
Janganlah hatimu dipenuhi rasa takut
Akan kematian
Ketika mereka menangis
Berdoa lebih banyak waktu
Berharap dapat menjalani hidup yang berbeda
Nyanyikan lagu kematianmu
Mati seperti pahlawan yang akan pulang

Selasa, 12 November 2019

Manusia dan Cinta Kasih: Puisi Ibu

Cinta Seorang Ibu

Cinta seorang ibu adalah sesuatu
Tidak bisa dijelaskan oleh siapapun
Terbuat dari pengabdian yang dalam
Pengorbanan dan rasa sakit
Tidak akan ada habisnya
Tidak mementingkan diri sendiri
Abadi apapun yang terjadi
Tidak dapat dihancurkan
Tidak ada yang dapat mengambil cintanya

Sabar
Memaafkan
Ketika semua orang meninggalkan
Tidak pernah gagal
Tidak putus asa saat hatinya hancur
Percaya melampaui kepercayaan
Ketika dunia mengutuk
Bersinar dengan indah
Permata paling langka

Jauh dari definisi
Menentang penjelasan
Menjadi rahasia
Seperti misteri penciptaan
Manusia ajaib pun tidak memahami
Bukti menakjubkan
Dari tangan Tuhan

Manusia dan Keindahan


ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEINDAHAN



Kelompok 3:
-         Annisa Herawati (10219911)
-         Fadylan Amierzah (12219154)
-         Nisa Nur’aini Nugraha (14219802)
-         Vira Sulistiami (16219521)
-         Yolanda Anggar Kusuma D (16219710)


MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.   Latar Belakang
Secara umum semua orang ingin merasakan keindahan dalam hidupnya. Namun, banyak orang yang tidak tahu pengertian dan cara mendapatkan keindahan itu sendiri.  Kebanyakan orang hanya ingin menikmati indah saja. Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan dibahas perihal manusia erat kaitannya dengan keindahan, teori-teori keindahan, pengelompokan keindahan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan keindahan. Melalui makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang keindahan tersebut dan dapat memperoleh keindahan, serta mampu menjalani hidup yang lebih baik.
B.   Pengertian Manusia
Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani.
Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya.
Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta.
C.   Pengertian Keindahan
Keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
D.   Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan.
E.   Makna Keindahan
Mejawab pertanyaan sekitar apa itu keindahan, boleh jadi merupakan pekerjaan yang sulit. Ini kalau yang di tuntut jawaban yang bisa memuaskan semua pihak. Kesulitan semacam itu memang bisa di mengerti oleh karena sampai sekarang ini kita bisa temukan berbagai batasan atau pengertian tentang keindahan yang celakanya, berada satu sama lain. Sekedar penguat konstatasi di atas, baik juga di lihat beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini:
1.      Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasamenyenangkan bagi yang melihat
2.      Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
3.      Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaanya itubelum indah. Keindahan harus bisa memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.
4.      Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan. 
5.      Yang indah memiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat di samakan dengan kebaikan. Jadi yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik.
6.      Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.
7.      Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Dengan melihat demikian beragamnya pengertian keindahan, dan kitaharus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan mengecewakan kita yang menuntut adanya suatu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian sendiri, paling tidak kita bisa menangkap arah atau kecenderungan dari suatu pengertian yang di kemukakan seseorang sesuai dengan pengelompokan-pengelompokan yang ada. Pengelompokan-pengelompokan yang dapat kita sebut adalah sebagai berikut:
1.      Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya. Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek. Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagai pengamat harus menerima sebagai semestinya. Sedang yang kedua, yang disebut keindahan subyektif adalah keindahan yang biasanya di tinjau darisegi subyek yang melihat dan menghayatinya.
2.      Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasarkan pada cakupanya. Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahansebagai kualitas abstrak dan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.
3.      Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas sempitnya. Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan.
Dari apa yang di kemukakan di atas, dua hal bisa kita petik, yaitu : pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung pada subyeknya.
F.    Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)      Tata nilai yang telah usang
2)      Kemerosotan Zaman
3)      Penderitaan Manusia
4)      Keagungan Tuhan


G.  CONTOH KASUS MANUSIA DAN KEINDAHAN
Kasus 1
Bali Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan Mancanegara
Pulau Bali masih menjadi tujuan wisata utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Seperti diketahui jika Pulau Bali menjadi salah satu Pulau dengan pantai terindah di dunia sehingga menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan yang dimiliki Pulau Bali.
Selain memiliki pantai yang indah, Pulau Bali juga memiliki suasana pedesaan dengan areal persawahan yang masih terbentang luas dengan latar belakang gunung yang dinilai memiliki kekuatan magis. Suasana itu menjadi nilai tambah bagi Pulau Bali dalam memajukan sektor pariwisatanya.
Kekuatan magis yang terdapat di daerah pedesaan tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pariwisata untuk membuka jalur perjalanan turis yang lebih menarik sehingga dapat memberikan sesuatu yang unik bagi masyarakat dalam dan luar negeri.
Sementara itu wisatawan yang berasal dari luar negeri yang berlibur secara perorangan ke Bali tentu menginginkan untuk bermalam sambil menikmati suasana hotel berbintang. Setelah itu akan berpindah ke pondok wisata yang termasuk di dalamnya menginap di daerah perkampungan seperti yang berada di Payangan kawasan wisata yang baru berkembang di Bali. Melihat potensi yang besar dari kekayaan alam dan budaya tersebut, diharapkan semua komponen yang bergerak dalam sektor pariwisata bisa menjadi lebih kreatif utnuk menciptakan jalur pariwisata yang lebih menarik agar lebih banyak turis asing yang datang dan akan tinggal lebih lama untuk menikmati keindahan panorama alam di Pulau Bali.
Selain itu aktivitas sehari-hari yang dijalankan oleh masyarakat Bali seperti ritual odalan di Pura yang berskala besar dan hampir setiap saat ada di masyarakat umat Hindu di Bali, harus bisa diinformasikan kepada turis yang ada di Bali dan diyakini para turis akan tertarik terhadap suasana tersebut karena merupakan sebuah budaya yang unik dan hanya berada di Pulau Bali.
Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat dan banyaknya potensi pariwisata yang dapat dieksplor di Bali akan berdampak positif bagi perekonomian Bali karena dapat meningkatkan jumlah pemasukan daerah dan juga akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Untuk itu sektor pariwisata di Bali harus dapat dikembangkan agar dapat memberikan sesuatu yang baru dan menarik bagi para wisatawan.

Opini
Kasus diatas menunjukan keterkaitan antara manusia dan keindahan contohnya Pulau Bali yang berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia karena keindahannya. Sebagai manusia, dan bagian dari bangsa Indonesia, kita sudah sepatutnya untuk selalu menjaga alam, terlebih lagi karena Indonesia adalah negara yg agraris. Banyak sekali tempat-tempat wisata yang indah, contohnya seperti pulau Bali yang terus menerus selalu menjadi tempat favorit untuk turis mancanegara singgah berlibur. Oleh sebab itu, tetap jaga keindahannya yang dimiliki oleh bangsa ini. Dan jangan membiarkannya begitu saja. Keelokan akan tetap terjaga apabila tanah wilayah selalu tetap dijaga dan dilestarikan, dimanapun itu.

Kasus 2
Aliran sungai pada Sungai Gangga pada gambar diatas, bila dilihat oleh mata akan terasa beberapa warna yang dapat memajakan mata, bila didengar akan terdengan gemericik air yang mengalir lembut, sinar matahari yang menembus kedalam air menciptakan warna baru seperti warna emas yang memantulkan secercah warna khusus diatas air. Itulah contoh keindahan menurut saya.

Opini
Menurut saya, bumi dan segala isinya adalah bentuk dari keindahan. Semua tergantung apakah kita bisa melihat segala sesuatu hal dari sisi indahnya atau dari sisi buruknya. Karna Tuhan sudah menciptakan segala sesuatu dengan Rahmat nya sehingga terciptalah yang namanya keindahan. Bahkan menurut saya, bukan hanya alam nya yang bisa kita lihat sisi indahnya, tapi dari senyuman sang kekasih pun itu adalah bentuk dari yang namanya keindahan. Yang namanya indah itu harus di jaga, karna terkadang kita bisa saja merusak keindahan itu dengan ulah kita sendiri. Inti dari pemikiran saya tentang keindahan adalah sudut pandang kita dalam melihat suatu hal, karna indah itu kita yang ciptakan dan bukan untuk di sia siakan.

Kasus 3
Keindahan Alami
Manusia sangat memiliki keinginan akan hal yang indah, kaindahan dapat berupa suatu bentuk objek yang cantik, tampan, bersih, baru, dan lain lain. untuk memenuhi hal tersebut manusia akan mencarinya dengan naluri masing-masing apa yang mereka butuhkan dari keindahan tersebut. Banyak sekali manusia yang jarang mendapatkan hal yang indah di dunia karena kesombongannya dalam menjalani kehidupan. Tetapi ada juga dari mereka yang tak mengharapkan keindahan menghampiri mereka karena mereka tidak membutuhkanya. Keindahan ini merupakan keindahan alami yang diciptakan oleh Tuhan Maha Besar yang selamanya akan tetap seperti itu dan manusia hanya dapat merasakan keindahannya.

Opini
Menurut saya dari pernyataan diatas bahwa manusia dan keindahan memiliki hubungan yang sangat erat dan tak dapat dipisahkan  sampai akhir zaman. Karena dengan melihat keindahan yang ada di depan mata membuat manusia mempunyai rasa kepuasan tersendiri. Itu sebagai salah satu bukti betapa Maha Besar Sang Pencipta dan manusia senantiasa senang bahkan dapat memperbaiki suasana hati dalam setiap melihat keindahan, tergantung dari individu manusia melihat dan menilai keindahan tersebut.




Daftar Pustaka