Kamis, 26 September 2019

Manusia dan Kebudayaan


Pendahuluan



Manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan yang dalam kehidupan sehari-hari tidak akan pernah lepas dari hal tersebut. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan tentang hubungan erat antara kebudayaan dan masyarakat yang disebut dengan Cultural-Determinism, bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

1. Pengertian Kebudayaan

Berikut ini merupakan pengertian kebudayaan menurut beberapa ahli :
  • Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  • Edward Burnett Tylor menyatakan bahwa, di dalam kebudayaan terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
  • Menurut M.Selamet Riyadi, budaya adalah suatu bentuk rasa cinta dari nenek moyang kita yang diwariskan kepada seluruh keturunannya.
  • Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa, kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

2. Wujud dan Komponen Kebudayaan

A. Wujud Kebudayaan


Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilainorma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau disentuh.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Contoh karya yang berada di negara Indonesia adalah Candi Borobudur di Yogyakarta dan candi lain yang terdapat di daerah lainnya.

Sedangkan menurut Koentjaraningrat wujud kebudayaan dibagi menjadi :
  • Nilai-nilai Budaya
    Merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini.
  • Sistem Budaya
    Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami.
  • Sistem Sosial
    Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. 
  • Kebudayaan Fisik
    Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret.


B. Komponen Kebudayaan

Menurut ahli Antropologi Cateora, komponen kebudayaan terbagi menjadi :
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  • Lembaga sosial
    Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran banyak dalam konteks berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat.
  • Sistem kepercayaan
    Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun sistem kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu akan memengaruhi sistem penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem kepercayaan ini akan memengaruhi kebiasaan, pandangan hidup, cara makan, sampai dengan cara berkomunikasi.
  • Estetika
    Berhubungan dengan seni dan kesenian, musik, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari–tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat.
  • Bahasa
    Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap wilayah, bagian, dan negara memiliki perbedaan yang sangat kompleks.

3. Hubungan Manusia dan Kebudayaan

A. Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan

Kebudayaan memiliki peran sebagai :
  1. Suatu pedoman hubungan antar manusia atau kelompok
  2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain
  3. Pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan hidup
  4. Pembeda manusia dengan binatang
  5. Sebagai petunjuk manusia bagaimana harus berperilaku dan bersikap dalam pergaulan
  6. Agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, dan bersikap jika berhubungan dengan orang lain
  7. Sebagai modal dasar pembangunan


B. Problematika Kebudayaan
  1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan
  2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaann perspektif atau sudut pandang
  3. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi dan kejiwaan
  4. Masyarakat yang terasingkan kurang komunikasi dengan masyarakat luar
  5. Sikap berprasangka buruk terhadap hal-hal baru
  6. Etnosentrisme
  7. Perkembangan IPTEK yang sering disalahgunakan oleh manusia
  8. Cultural shock atau kaget dengan adanya budaya baru

4. Perubahan Kebudayaan

Suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidaksesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga keadaan menjadi tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Hal ini terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan dapat mencakup beberapa bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan kebudayaan dapat berjalan secara terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakat itu sendiri. Contohnya, masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.