Kamis, 19 Desember 2019

Manusia dan Penderitaan: Puisi tentang Penderitaan

Lambang Penderitaan: Aku



Aku lemah, diriku sebagai simbol penderitaan,
tampilan diriku sebagai lambang rasa sakit. 
Biarkan ku menggambarkan apa itu penderitaan,
berasal dari pengkhianatan. 

Ketika kejujuran dan kesetiaan tersapu oleh
banjir uang yang telah mereka hasilkan,
kerabat tidak terdengar seperti kerabat saat itu.

Aliran kesakitan fisik yang tak tertahankan,
ditemani permainan zat dalam tubuh.
Berani membelai ku seperti orang tercinta.
Teman-teman nyaman dengan kegembiraan,
menjauh dari orang lemah sepertiku.

Hampir semua sudah lupa,
apa yang telah ku lakukan
untuk kemakmuran mereka
dan kesuksesan.

Kenangan nostalgia mencoba melahap ku,
menaburkan bubuk dingin
hatiku yang terluka.

Duka ada untuk memberi ku makan,
air mata mengalir menghujani ku.
Seorang pria kesepian yang tidak bisa hidup dengan kebahagiaan,
melankonis sangat menyakitiku.

Roti tidak tampak seperti roti bagi ku. 
Ketika ku merasa kematian semakin dekat,
lebih dekat denganku.

Dunia yang egois!
Semua orang di sini dilahirkan untuk mengumpulkan uang,
dengan mengorbankan moralitas.

Hidup jadi lebih murah di hadapan uang. 
Tidak ada jejak kemanusiaan di mana pun.
Ekspresi suka rela itu palsu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar